Minggu, 23 Mei 2010

Memberantas Rabies

KOMPASIANA, 2 Februari 2010

Oleh: Syafrison Idris

Rabies merupakan satu di antara zoonosis penting di Indonesia. Arti penting penyakit ini tidak saja dampak kematian manusia yang ditimbulkannya tetapi juga dampak psikologis (kepanikan, kegelisahan, kekhawatiran, kesakitan, ketidaknyamanan) pada orang-orang yang terpapar serta kerugian ekonomi pada daerah yang tertular seperti biaya penyidikan, pengendalian yang harus dibelanjakan pemerintah serta pendapatan negara dan masyarakat yang hilang akibat pembatalan kunjungan wisatawan.

Identification of Rabies Virus was Adapted to Neuroblastoma Cell lines
by Indirect Sandwich-ELISA and Direct-FAT

Suwarno

Kelompok Studi Tissue Culture, Tropical Disease Center, Universitas Airlangga, Surabaya
Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, Surabaya

___________________________________________
Media Kedokteran Hewan Vol. 21, No. 1, Januari 2005

Sabtu, 22 Mei 2010

Bali Harus Menang Melawan Rabies

BALI POST, 10 Januari 2009

Oleh IG Ngurah K Mahardika

Jika tidak segera diberantas, dampak penyakit anjing gila (rabies) dapat luar biasa. Hilangnya nyawa orang, rasa aman, dan pendapatan (livelihood) akibat penurunan jumlah wisatawan adalah harga sosial yang mahal jika penyakit itu meraja-lela. Anjing gila (rabies) adalah penyakit virus yang menyerang dan merusak otak semua jenis hewan berdarah panas, kecuali bangsa burung. Manusia juga rentan rabies. Pembawa virus rabies yang paling utama adalah anjing, dan 99 persen rabies pada manusia di dunia berasal dari virus hewan yang disebut-sebut sebagai sahabat terbaik manusia itu (man best friend).